Betapa panjang dan berliku jalan yang harus kutempuh hanya agar sampai di pekarangan hatimu yang bisa kupandangi setiap hari dari jendela mataku.
Waktu memang bisa melakukan banyak hal, termasuk mematangkan rasa. Dan kita hanya bisa terpana bahwa rasa yang dulu mentah itu, yang terperangkap dalam kata yang dulu beku di lidah, kini bisa begini cair saat waktu selesai menjaganya.
Lelah dan pekat debu sepanjang jalan menuju hatimu mendadak luruh saat aku sampai—meski hanya di pekarangan, dan bukan pada sebenar tujuan: jantung hatimu.
mungkin, sudah saatnya saya belajar menjadi palsu. bermanis-manis meski hati miris. ramah menyapa meski hati tak selera. sebab, dunia ini sepertinya lebih butuh dan lebih bisa menerima topeng!
ya, mungkin begitu. mungkin.
I just haven’t been able to see and feel a (sincere) good intention behind your action, dear friend. Your eyes aren’t that sincere and trustworthy as well as your sugar-coated words.